Thursday, January 24, 2013

4 Abu Yang Mewarnai Hidup Rasulullah


Peristiwa kelahiran baginda Rasulullah pastinya kita tidak akan terlepas daripada mengaitkan kehidupan Rasulullah dengan Empat Abu. Mereka itu ada Abu Bakar As-Sidiq, Abu Talib, Abu Jahal dan Abu Lahab. Dua Abu bertindak sebagai pembela Nabi SAW dan dua Abu sebagai penentang Rasulullah.

Abu Bakar

-          -Abdullah bin Abi Qahafah
-      -    Seorang yang terhormat dari Bani Tamim dan sahabat terawal memeluk Islam
-       -   Menebus Bilal Bin Rabbah yang diseksa oleh tuanya Umaiyyah
-     -     Pernah dipukul hingga pengsan kerana mempertahankan Rasulullah di Mekah
-         - Digelar As-sidiq kerana membenarkan berita Isra’ dan mikraj Rasulallah
-        -  Menemani Rasulullah berhijrah ke Madinah dan anaknya Asma menyediakan makanan
-         - Menahan Rasulullah daripada dipatuk ular semasa di Gua Thur
-       -   Mengahwinkan dara suntinya Aisyah ketika usia Aisyah 6 tahun bagi mengubat kesedihan --Rasulullah yang kehilangan Khadijah.
-        -  Membelanjakan seluruh hartanya dalam peperangan Mu’tah bagi menjamin kemenangan tentera Islam
-        -  Orang yang disebut oleh rasulullah sebagai orang yang mempunyai  timbangan yang lebih berat daripada amal umat selepasnya.
-       -   Dilantik sebagai khalifah Ar-Rasyidin yang pertama selepas kewafatan baginda nabi SAW

Abu Talib
-          -Bapa saudara Rasulullah yang dipilih oleh Rasulullah untuk hidup bersamanya
-        -  Pernah dinasihat oleh Bukhaira tentang tanda-tanda kerasulan Muhamad SAW ketika beliau membawa nabi berniaga di Syam
-        -  Bapa kepada Ali bin Abi Talib dan mempunyai anak yang ramai
-         - Disegani oleh penduduk Mekah sekalipun beliau seorang yang miskin
-      -    Menolak tawaran untuk menyerah Nabi SAW kepada musyirkin Mekah dan sanggup dibaikot oleh musyirikin Mekah .
-        -  Tidak mati dalam keadaan islam sekalipun telah didoakan oleh Rasulullah

Abu Jahal
-          -  Nama Abu Jahal yang sebenarnya adalah Abdul Hakam bin Hisyam.
-          Bukan bapa saudara nabi SAW.
-          Sejak sama-sama remaja Abu Jahal senantiasa mengolok-olok Muhammad. Pernah juga keduanya berkelahi, Abu Jahal kalah dan terkilir lututnya. Ia sangat dendam kepada Muhammad.
-          Abu Jahal pernah melamar Khadijah binti Khuwailid, tetapi Khadijah menolak lamaran tersebut. Beberapa bulan kemudian, Muhammad meminang Khadijah dan langsung diterima. Hati Abu Jahal semakin dengki kepada Muhammad. Setelah orang-orang lemah masuk Islam, Abu Jahal memproklamirkan dirinya sebagai preman kota Makkah. Orang-orang dhuafa yang masuk Islam semua mendapat penyiksaan pedih dari Abu Jahal. Yasir dan isterinya Sumaiyyah mendapat siksa sampai syahid di tangan Abu Jahal.
-          Isra’ Mi’raj terjadi pada 27 Rajab, tahun ke-12 dari kenabian atau 2 tahun sebelum Hijriyah. Setelah Isra’ Mi’raj Rasulullah mengajak manusia supaya percaya kepada kisah perjalanan yang menakjubkan itu. Banyak orang yang tidak percaya, termasuk Abu Jahal. “Bohong kau Muhammad, bagaimana mungkin dalam satu malam saja kamu boleh ke Baitul Maqdis? Kalau kau benar-benar sampai di sana, cuba kau ceritakan apa yang kau lihat dalam perjalanan.” Muhammad bercerita sesuai dengan yang dilihatnya secara akurat. Orang ramai membenarkan kecuali segelintir para munafiq dan Abu Jahal. “Itu sihir yang nyata!”, teriak Abu Jahal.
-          Kemudian Abu Jahal dan anak buahnya selalu menganggu orang-orang yang shalat. Mereka sering melemparkan orang-orang shalat dnegan tahi unta, kotoran kambing, dan sebagainya. Mereka ramai dan sering mengejek orang-orang Islam dan Muhammad SAW, namun demikian, nabi dan pengikutnya tetap bersabar dan tidak melawan orang jahil yang berkelompok itu.
-          Suatu hari, Abu Jahal sendiri yang ingin membinasakan Nabi Muhammad SAW. Ketika nabi sedang sujud, Abu Jahal muncul mengendap-ngendap dengan batu besar di tangannya. Ia ingin menghantam kepala nabi agar pecah. Tiba-tiba ia melihat seekor unta raksasa yang ingin menelannya. Abu Jahal ketakutan sambil melepaskan batu dan lari terbirit-birit, sampai terkencing dan terberak dalam seluar. Sampai di rumah ia pengsan beberapa saat.
-          Dasar orang jahil, Abu Jahal belum merasa serik, ia terus menghina Muhammad, dan dia pula yang merancang siasat agar Muhammad dibunuh atau dihalau dari Makkah. Ketika Muhammad telah hijrah, Abu Jahal berpesta pora. Ia merasa dirinya sudah menang dan merasa cukup. Allah berfirman tentang Abu Jahal ini, “Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al-‘Alaq : 6 – 7)
-        -  Antara orang yang didoakan memeluk Islam oleh rasulullah berasama Umar Al-Khatab


Abu Lahab
-        
                        -   Nama Abu Lahab yang sebenarnya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib
-          Bapa saudara Rasulullah
-          Merayakan secara besar-besaran menyambut kelahiran nabi SAW
-          Ia adalah tokoh kuffar Quraisy yang sangat membenci Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang dibawanya. Dialah yang mempermalukan Nabi di depan umatnya dengan ucapan yang hina, “Celaka engkau hai Muhammad! Apakah ini maksudmu mengundang kami kemari?” kata Abu Lahab dengan sangat marah saat nabi sedang berkhutbah di kaki bukit.

-          Keranaa kelancangannya itulah, pada hari itu juga Allah mempermalukan Abu Lahab dengan turun Surat Al-Lahab : “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). Dan (begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.” (QS. Al-Lahab : 1 – 4).
-          Abu Lahab ketika itu tidak sendiri, ada lagi kawan setianya Abu Jahal, Walid bin Mughirah Al-Makhzumi, ‘Ash bin Wail As-Sahmi, Amru bin Hisyam, Abdul Azza, Nadhar bin Harits, Uqbah bin Abi Mui’th, Ubay bin Khalaf, Umayyah bin Khalaf, dan lain-lain.

Kesimpulannya, jadilah kita Abu Bakar yang sentiasa mempertahankan rasulullah. Rugi jadi macam Abi talib, banyak sumbangan kepada rasulullah tetapi tidak mendapat hidayah untuk beramal dan menerima islam sebagai cara hidup. Dan amat malang dan celakanya menjadi seperti Abu Lahab dan Abu Jahal. Takbirrrrrrrr

Anak Legeh Di Perantauan | Template by - Abdul Munir - 2008