Tuesday, November 4, 2008

Rintihan Penanti Tiket Subsidi


Tiket oh tiket
kenapa kau belum datang lagi
sudah lama ku menanti
Tak sabar nak balik bercuti
bukan selalu hanya setahun sekali

Tiket oh Tiket
Bukan sekali tapi sudah dua kali
macamlah kau tak pernah reti
perasaan anak perantau yang teringatkan negeri
Setelah hampir setahun menabur bakti
ingin berjumpa keluarga,men'cas'kan diri

Tiket Oh Tiket
Sekarang diatur 2 tahun sekali
Untuk musafir balik negeri
Sudah kelam kabut, aku pun tak reti
Apa akan jadi kalau setahun sekali
seperti dijanji perdana menteri
Tiada budget kenapa dijanji?
Jangan marah pada kami
Kami hanya tuntut hak diri

Tiket Oh Tiket
Kelulusan balik ada, katanya sudah pasti
Tidak tahun ini,tahun nanti
Itu jawab kerani informasi
Kadang-kadang dengar sakit hati
Ada surat tiada erti
Antara realiti atau fantasi
Ingin balik dalam cuti berbaki
Banyak masa, seronok sekali
bersama sanak saudara telah lama ditinggali
Bukan terpersona nak tengok pramugari

Tiket Oh Tiket
kalau padi katakan padi
agar aku tidak tertapi-tapi
kalau jadi ,katakan jadi
Agar aku tidak terus menanti
Tapi... jawapan sekarang apalah erti
Airasia sudah menjauh diri
Harga tiket sudah melambung tinggi
Ok juga kalau seorang diri
Kalau anak 6 tak termasuk suami isteri
mana duit mahuku cari
Mau minta sponsor, kita ni pegi makan gaji
sepatutnya bukan meminta tapi memberi
Itulah pegawai yang ada harga diri

Tiket Oh Tiket
Cepat....cepatlah mari
Tak sabar sudah aku bah ini
dipohon sejak jun lagi
dengan harapan,tahun ni akan bererti
nampaknya...pisang sudah berbuah 2 kali
apalah malangnya..nasib ku ini
Inilah rintihan..Penanti tiket subsidi

Anak Legeh Di Perantauan | Template by - Abdul Munir - 2008